javazindo Javazindo Distributor alat cleaning service Terimakasih Nusaadv
Kami sudah hampir 6 bulan kerjasama dengan Nusaadv,Nusaadv memang luar biasa.SUKSES buat Nusaadv,semoga bertambah yang iklan di Nusaadv
w.suratman Sukses Selalu Buat NusaAdv Alhmadulillah berkat kerjasama dg NusaAdv,Parahyangan Post bisa direalisasikan baik dalam bentuk cetak maupun online.Untuk pasang iklan dan kerjasama silahkan kirim ke : parahyanganpost@yahoo.co.id
w.suratman Sukses selalu buat NusaAd.com Ass.Wr.Wb.Bang Putra/Bang Firdaus,mohon perapihan untuk website ParahyanganPost,kami uplod foto belum bisa tampil,apa masih ada masalah,mohon maklum kami awam dalam bidang tersebut,sukses selalu dan terima kasih atas kerjasamanya,wss.wr.wb-ratman
Jakarta - Di Jepang, situs jejaring sosial paling populer bukan Facebook --apalagi Friendster. Di Negeri Matahari Terbit, situs Mixi-lah yang jadi raja. Ternyata di balik Mixi adalah seorang Indonesia.
Cerita soal orang Indonesia di balik situs Mixi didapati dari seorang guide bernama Rita, saat wartawan detikOTO Dadan Kuswarahardja mengunjungi Tokyo, Jepang, dalam rangka Tokyo Motor Show.
Rita-san, orang Indonesia yang sudah menjadi Warga Negara Jepang, mengatakan di Jepang situs jejaring sosial yang populer memang bukan Facebook atau Friendster. Situs Mixi.jp lebih disukai karena menggunakan tulisan kanji yang hanya dimengerti oleh orang Jepang atau mereka yang secara khusus mempelajarinya.
Uniknya, Rita-san mengatakan, situs ini sebenarnya dibuat oleh orang Indonesia. "Ceritanya dulu dia kerja di Jepang, dia sering buka-buka Friendster pas kerja. Pas bosnya ngeliat penasaran, tertarik dan akhirnya bikin situs jejaring sendiri," tutur Rita-san.
Menurut Rita-san, situs Mixi kemudian menjadi populer dan disukai banyak orang di Jepang. Tentunya juga mendatangkan uang lewat iklan di dalamnya. "Bos ini kemudian membalas budi dan menjadikan orang Indonesia itu komisarisnya Mixi," tutur Rita-san.
Tentunya, cerita dari mulut ke mulut semacam ini bisa jadi penuh dengan distorsi dan bumbu-bumbu. Apalagi Rita-san kemudian tidak ingat nama orang Indonesia yang sukses di Negeri Sakura tersebut.
Penelusuran singkat yang dilakukan detikINET lewat Google, Rabu (28/10/2009), menemukan beberapa 'jejak' Mixi dan pembuatnya. Di Alexa, misalnya, Mixi memang menduduki posisi tinggi (no 8) di Jepang. Facebook tak nampak di jajaran 20 besar situs di Jepang versi Alexa tersebut.
Pengembang Mixi pun terlacak dalam kehadirannya di MySQL User Conference 2006. Di sana nama Batara Kesuma --yang sangat 'Indonesia'-- tercatat sebagai pembicara, ia disebut sebagai lulusan Computer Science dari Takushoku University, Tokyo, dan pada 2006 tercatat sebagai Chief Technology Officer Mixi Inc.
Selain itu, nama Batara juga tercatat di Wikipedia sebagai Batara Eto. Disebutkan bahwa pria kelahiran 1979 itu telah menjadi Warga Negara Jepang sejak 2007 dan mengubah nama belakangnya menjadi Eto sesuai nama belakang Kakeknya yang merupakan orang Jepang. Namun tulisan di Wikipedia ini tidak menyebutkan sumber yang jelas.
Meski mungkin bukan lagi Warga Negara Indonesia, sukses Batara di Negeri Sakura bolehlah jadi teladan bagi generasi muda di Indonesia. Pada usianya yang relatif muda Batara telah sukses 'mengalahkan' Facebook di Jepang. Jika Batara Bisa, Anda juga bisa!
Australia - Jika sejumlah perusahaan dan instansi melarang penggunaan Facebook dan situs pertemanan lain di tempat kerja, tidak demikian dengan Australia. Pemerintah di Negeri Kanguru ini justru mendorong pegawainya aktif di dunia maya. Apa pasal?
Jakarta - Di Jepang, situs jejaring sosial paling populer bukan Facebook --apalagi Friendster. Di Negeri Matahari Terbit, situs Mixi-lah yang jadi raja. Ternyata di balik Mixi adalah seorang Indonesia.
Ben Alexander menggunakan waktunya hampir setiap menit untuk bermain video game "World of Craft". Hasilnya ia dikeluarkan dari perguruan tinggi tempat ia menempuh pendidikan, Univeristy of Iowa.
BANDUNG - Meningkatnya permintaan tenaga kerja dibidang IT, mendorong sejumlah penggiat IT menggelar Bandung IT Champ (BIT Champ) atau bisa juga disebut sebagai 'pesantren IT'.
Jakarta - Kejahatan cyber kian merajalela. Tahukah Anda setiap tiga detik, satu identitas tercuri secara online dan satu dari lima orang menjadi korban kejahatan cyber?
Sudah sekian lama saya berkecimpung di usaha jasa pembuatan website, baru saya mengenal yang namanya seo,
dan pada suatu hari saya mungkin dengan kekuatan yang menggebu untuk menampilkan website saya di halaman pertama google,
dengan segala cara telah saya lakukan, dengan trik seo, ini dan itu,,,
tanpa saya sadari saya melakukan kesalahan yang mana mbah google pasti marah dengan keputusan saya yang fatal ini,,,
dengan melakukan backlink yang berlebihan, akhirnya aku lemas sendiri.
Yang niat saya dari awal untuk menampilkan website saya untuk bertengger di halaman pertama google ternyata malah sebaliknya,
akhirnya website saya tenggelam bagaikan di telan bumi,aku sempat bingung dan membaca artikel kesana kemari, bagaiumana caranya
melepaskan diri dari neraka / penjara google ini.
Banyak orang yang ingin memulai toko online, apakah toko baju, keranjang hadiah atau mainan di Web. Dengan mengambil contoh toko pakaian, berikut beberapa langkah dasar untuk membuat etalase toko online Anda:
Anda sudah memutuskan untuk memulai usaha baru yang sudah lama Anda impikan?
Anda berharap untuk menjadi bos bagi diri sendiri dan membuat keputusan Anda sendiri dan menghasilkan lebih banyak pemasukan. Dengan memulai usaha baru Anda berharap mendapatkan rasa pemenuhan dan bangga yang tidak mungkin Anda dapatkan saat bekerja untuk orang lain. Ini adalah hal yang menyenangkan tapi untuk mewujudkannya dibutuhkan langkah yang sangat penting dan dilakukan dengan sistematis, Anda akan meraih kesuksesan atas upaya Anda.
Disiplin dan Tidak malas adalah dua kunci untuk menjadikan situs anda ramai. Selain itu, pertama yang harus Anda lakukan adalah mendaftarkan diri ke search engine. Jangan satu-per-satu karena akan telalu lama makan waktu.